Perhitungan Rejeki Primbon Jawa – Super Lengkap!!!

0
115
perhitungan rejeki primbon jawa

Perhitungan Rejeki Primbon Jawa – Nusantara dikenal sebagai negara yang memiliki beragam suku bangsa di dalamnya. Banyak ilmu spiritual yang tercipta sejak jaman leluhur, yang merupakan ilmu – ilmu yang sangat berguna, bahkan hingga jaman modern sekarang ini. Adalah suku Jawa yang telah menerapkan ilmu perhitungan untuk menentukan arah hidupnya, baik itu dalam hal kelancaran usaha dagang, hari pernikahan, prosesi – prosesi penting, acara adat, hingga urusan pindah rumah. Ilmu – ilmu perhitungan ini, telah di abadikan para leluhur Jawa di dalam sebuah buku yang di sebut Primbon

Praktis, di dalam buku primbon tersebut, kita akan banyak sekali menemukan berbagai macam panduan dalam perhitungan tentang kehidupan. Salah satunya adalah Perhitungan rejeki. Pada saat itu leluhur Jawa telah banyak mengalami kemajuan dalam ilmu perhitungan atau metematika. Hal ini di gambarkan dari buku Primbon, yang telah menggunakan operasi perhitungan matematik berupa penjumlahan, pengurangan, pembagian, kelipatan, bilangan asli, bahkan menggunakan modul.

Perhitungan yang leluhur Jawa gunakan didasari oleh Neptu hari dan Pasaran kelahiran seseorang yang disebut dengan weton. Sedangkan Weton itu sendiri adalah kombinasi hari lahir dengan pasaran Jawa yang menghasilkan angka tertentu. Adapun Pasaran itu berasal dari kata dasar pasar, mendapat akhiran –an. Pasaran adalah siklus mingguan yang berjumlah 5 hari, yaitu Legi, Pahing, Pon, Wage dan Kliwon. Disebut pasaran karena sistem ini lazim dipakai untuk membagi hari buka pasar (tempat jual beli) yang berada di 5 titik tempat.


Baca Juga : 5 Doa Harian Wajib Bagi Pedagang


Pada zaman dahulu salah satu sistem untuk mengatur kelancaran dagang rakyat diatur dengan pembagian tempat jual beli (pasar). Yang berjumlah 5 titik tempat mengikuti arah mata angin (Timur, Selatan, Barat, Utara dan Tengah). Pasar Legi berada di Timur, pasar Pahing berada di Selatan, pasar Pon berada di Barat, pasar Wage di Utara dan Pasar Kliwon berada di Pusat atau Tengah Kota. Pasar ini buka secara bergantian, mengikuti siklus pasaran tersebut. Dengan hal ini maka di suku Jawa terdapat penamaan hari dan pasaran seperi Senin Kliwon, Selasa Legi dan lain-lain.

Menurut kepercayaan Jawa, hitungan Pasaran yang berjumlah lima itu sejalan dengan ajaran Sedulur papat, kalima pancer. Empat saudara, kelimanya, pusat. Ajaran ini mengandung pengertian bahwa setiap diri manusia mempunyai empat saudara. Disebut saudara sebab keberadaannya ada sejak manusia masih dalam kandungan ibu, pancer adalah diri kita (ego). Juga berkaitan dengan 4 unsur pembentuk raga atau jasad yaitu tanah, air, api dan udara.

Perhitungan Rejeki Primbon Jawa – Hubungan pasaran, Empat unsur, Sedulur Papat Kalima Pancer

  • Pasaran Legi bertempat di Timur, elemen udara, memancarkan sinar (aura) putih;
  • Pasaran Pahing bertempat di Selatan, elemen api, memancarkan sinar (aura) merah;
  • Pasaran Pon bertempat di Barat, elemen air, memancarkan sinar (aura) kuning;
  • Pasaran Wage bertempat di Utara, elemen tanah, memancarkan sinar (aura) hitam;
  • Pasaran Kliwon bertempat di Pusat atau Tengah kota, elemen eter, memancarkan sinar panca warna.

Uang Asmak - Perhitungan Rejeki Primbon Jawa

Sedangkan neptu adalah nilai angka yang disematkan pada tiap-tiap hari dan pasaran. Neptu singkatan (jarwo dhosok) dari geneping wetu (penggenap keluarnya sebuah uraian), karena neptu memang digunakan untuk mewakili suatu hal dalam sebuah perhitungan (petungan).

Adapun neptu dari hari dan pasaran menurut suku Jawa yaitu sebagai berikut:

Perhitungan Rejeki Primbon Jawa

Selanjutnya, makna dari setiap neptu hari dan pasaran adalah sebagai berikut :

  1. Senin berjumlah 4, menurut kepercayaan jawa manusia mempunyai empat saudara yaitu: mutmainah (putihnya air),  amarah (merahnya darah), supiah (kuningnya angin), aluamanah (hitamnya tanah);
  2. selasa berjumlah  3, manusia memiliki sifat 3 perkara, hidup, rasa dan raga;
  3. rabu berjumlah 7,angkatujuh bersemayam pada  jumlah hari,  yaitu:   senin,   selasa, rabu, kamis, jumat, sabtu, minggu.Dan juga dengan adanya rambut,  kulit, daging, tulang, sumsum, urat dan darah;
  4. kamis berjumlah 8, bersemayampada windu(8 tahun) atau wali wolu yang mana   di  Jawa   pemahaman wali yang benar hanya 8 orang;
  5. jumat berjumlah 6 (enam/nem) bersemayam pada  bayangannya, dan bila diartikan maka menjadi arah mata angin,  yaitu: timur, barat, utara, selatan,bawah dan atas;
  6. sabtu berjumlah 9, pengertiannya seorang bayi berada dalam kandungan ibunya selama Sembilan bulan;
  7. minggu berjumlah 5, bersemayam bila dijabarkan terdapatpada jenazah dan  empat orang yang membawa/memikul keranda.

Perhitungan Rejeki Primbon Jawa – Pasaran.

  • Legi artinya manis atau mungkur
  • Pahing artinya pahit(madep/menghadap)
  • Pon artinya petak (sore/tidur)
  • Wage artinya cemeng(duduk)
  • Kliwon artinya asih, jumeneng atau berdiri

Perhitungan Rejeki Primbon Jawa

Dari penjelasan di atas telah kita ketahui bahwa terdapat 7 hari dan 5 pasaran. Hari dan pasaran tersebut menunjukkan bahwa terdapat 35 golongan rezeki seseorang. Adapun perhitungan rezeki seseorang menurut weton yaitu sebagai berikut:


Artikel Menarik Lainnya : Wirid Pendek Pembuka Pintu Rejeki



Neptu hari + neptu pasaran kelahiran

Saya ambil contoh yaitu hari dan pasaran kelahiran saya sendiri. Saya lahir tanggal 1 Juli 1997, yaitu hari Selasa Pahing. Adapun jumlah rezeki saya yaitu;

Neptu hari Selasa        = 3

Neptu Pahing              = 9

Jadi jumlah rezeki saya: 3 + 9 = 12

Adapun jumlah rezeki seseorang menurut jumlah weton jika dituangkan dalam tabel, yaitu sebagai berikut:

Saya mewawancarai seorang Paranormal, Ki Joko Sableng yang praktek di Semarang , Jawa Tengah tentang maksud dan kegunaan dari jumlah weton dalam menentukan rezeki seseorang. Menurut Ki Joko Sableng jumlah weton yang terkecil yaitu 7, yang terbesar yaitu 18, dan yang ditengah-tengah yaitu 12, jadi rezeki seseorang lancar jika jumlah wetonnya diatas 12 dan kurang rezekinya jika kurang dari 12.

Lancar atau tidaknya tidak dilihat dari kekayaan yang dimiliki tetapi rintangan atau cobaan yang dialami saat mencari rezeki tersebut. Selain menentukan kelancaran rezeki seseorang, jumlah weton  juga bisa digunakan untuk melihat naik turunnya rezeki keluarga, yang dilihat dari jumlah weton tiap anaknya. Setelah mengetahui penjelasan dari Mbah Kariyati, saya mencoba mempraktikkan perhitungan weton tersebut untuk melihat naik atau turunnya rezeki keluarga kepada teman saya. Saya mewawancarai teman saya.

Teman saya merupakan anak pertama dari 2 bersaudara. Dia lahir Rabu Legi, 8 Oktober 1997, sehingga jumlah neptu wetonnya yaitu 12, adiknya lahir Minggu Wage, l 6 Juni 2004 sehingga jumlah neptunya 9. Menurut perhitungan jawa berarti rezeki keluarga teman saya setelah lahirnya anak kedua mengalami penurunan, karena jumlah neptu teman saya 12 sedangkan adiknya 9, jadi mengalami penurunan sebanyak 3.

uang bibit - perhitungan rejeki primbon jawa

Selain perhitungan naik turunnya rezeki keluarga, menurut Primbon Jawa, terdapat juga perhitungan rezeki penghidupan seseorang yang berganti setiap 6 tahun sekali. Perhitungan tersebut juga didasarkan pada weton.

Perhitungan Rejeki Primbon Jawa

Contoh :

Misalkan anak lahir pada hari Rabu Wage, maka neptunya adalah Rabu = 7 Wage = 4, jadi jumlah wetonnya 11. Anak tersebut mulai 0 – 6 tahun mendapat angka 3. Pada usia 6 tahun lewat 1 hari – 12 tahun mendapat angka 5. Demikian selanjutnya. Jika jatuh pada angka > 5 (lebih dari 5), artinya banyak beruntung dan senang hatinya. Jika jatuh pada angka < 5 (kurang dari 5) kurang beruntung, sehingga hidupnya kurang mengenyam kenikmatan.

Dari tabel di atas dapat dilihat terdapat pengaplikasian konsep Matematika kelipatan yaitu kelipatan 6, dan bilangan asli. Bilangan asli disini digunakan untuk membilang jumlah rezeki seseorang setiap 6 tahunnya, yaitu dimulai dari angka 1 sampai angka 9.

Terdapat juga perhitungan rezeki seseorang berdasarkan weton yang menggunakan sistem modulo. Adapun caranya yaitu:

Perhitungan Rejeki Primbon Jawa – Pancasuda.

Neptu hari + neptu pasaran kelahiran = hasilnya : 7, apabila sisa:

  1. Segara wasesa       = banyak rezeki dan segala perbuatannya baik
  2. Tunggak semi        = selalu mempunyai rezeki
  3. Satriya wibawa     = selalu menemukan keenakan
  4. Sumur sinaba         = dapat menjadi tempat pengungsian
  5. Bumi kapetak        = dapat menjadi petani
  6. Satriya wirang       = selalu mendapatkan rintangan
  7. Lebu/katiub angin = selalu berada dalam kekurangan dan sering berpindah tempat

Di dalam perhitungan ini, neptu hari: Jumat adalah 1; Sabtu = 2; Minggu = 3; Senin = 4; Selasa = 5 ; Rabu = 6 ; Kamis = 7. Sedangkan untuk neptu pasaran adalah Kliwon = 1; Legi = 2; Pahing = 3; Pon = 4; Wage = 5.

Misalkan lahir pada hari Minggu Wage, neptu Minggu = 3, Wage = 5. Jika keduanya dijumlahkan = 3 + 5 = 8 : 7 akan bersisa 1. Bilangan 1 jatuh pada Segara wasesa. Jika dalam penjumlahan neptu hari dan pasaran kelahiran ternyata kurang dari 7 hal ini berari tidak dapat dibagi 7, maka dengan demikian jumlah neptu hari dan pasaran kelahiran tersebut dihitung sebagai sisa. Misalkan lahir pada hari Jumat Pon maka neptu Jumat = 1, Pon = 4, jika dijumlahkan = 5. Bilangan 5 ini dihitung sebagai bilangan sisa dan jatuh pada Bumi kapetak, demikian seterusnya.

Selain menentukan kelancaran rezeki seseorang dengan perhitungan di atas, neptu hari dan pasaran juga dapat menentukan arah bepergian mencari sandang-pangan (berdagang).

Perhitungan Rejeki Primbon Jawa

Untuk berdagang  pilihlah arah yang  hidup atau selamat. Misalnya hendak mencari rezeki atau berdagang pada hari Sabtu Pahing, neptunya 9 dan 9 maka jumlahnya 18, jadi pilihlah arah  ke  Utara atau Timur.

Jadi dapat kita ketahui bahwa perhitungan rezeki menurut primbon Jawa ada kaitannya dengan Matematika. Perhitungan tersebut menggunakan konsep penjumlahan, pengurangan, pembagian, kelipatan, bilangan asli  bahkan modul . Dengan ini membuktikan bahwa Matematika sangat berperan penting dalam kehidupan manusia sejak zaman dahulu, khususnya dalam hal kepercayaan masyarakat.

Kita sebagai umat beragama sebaiknya tidak harur mempercayai hal-hal atau perhitungan seperti di  atas. Rezeki seseorang sudah diatur oleh Allah SWT,  dan  tergantung  dengan usaha yang telah kita lakukan.  Apa yang sudah dijelaskan  hanya  sebatas wawasan saja. Agar kedepannya kita senantiasa menjadi manusia yang berhasil dunia akhirat Amiin. Wallahualam bishawab

113 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini