Fakta Sejarah dibalik Pesugihan Gunung Kawi

7151
140
Pesugihan Gunung Kawi

 Memang sangat Banyak sekali orang-orang yang berlari ke Gunung Kawi untuk mencari Pesugihan. Pada postingan kali ini akan dikupas secara jelas Fakta Sejarah dibalik Pesugihan Gunung KawiPesugihan Gunung Kawi – Siapa yang tak kenal dengan Pesugihan Gunung Kawi, Gunung yang terletak di Kabupaten Malang Provinsi Jawa Timur ini yang terkenal dengan pesugihannya. Banyak sekali orang yang selalu ingin mengubah nasibnya secara instan dan cepat dengan berziarah dn mengambil pesugihan gunung kawi ini. Bahkan ada fakta sumber yang mengatakan bahwa Gunung Kawi adalah gunung yang paling populer di Indonesia dan Asia Tenggara dalam mencari pesugihan. Banyak warga negara asing seperti warga Singapura, Malaysia, Myanmar, serta China sering melakukan ziarah untuk berbagai kepentingan dalam hal pesugihan. Memang sangat Banyak sekali orang-orang yang mencari Pesugihan gunung kawi. Pada postingan kali ini akan dikupas secara jelas Fakta Sejarah dibalik Pesugihan Gunung Kawi.

Fakta Sejarah dibalik Pesugihan Gunung Kawi

Perlu diketahui bahwa hingga sampai saat ini, belum ada data-data yang valid mengenai berapa banyak orang yang tiba-tiba enjadi kaya dengan melakukan ritual Pesugihan Gunung Kawi Namun informasi yang didapat dari mulut ke mulut yang akhirnya membuat banyak orang melakukan Pesugihan Gunung Kawi untuk mengubah nasib hidupnya menjadi kaya. Biasanya lonjakan pengunjung yang melakukan ritual ini terjadi pada hari Jumat Legi dan pada tanggal 12 bulan Suro.

Secara geografis Gunung Kawi terletak di ketinggian 2.551 dari bawah permukaan laut, masuk di Desa Wonosari, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang, provisi Jawa Timur. Mayoritas warga di Gunung Kawi adalah bermata pencaharian sebagai petani. Tak sedikit pula yang mengadu nasib menjadi TKI di luar negeri.Di kompleks Gunung Kawi terdapat pesarean penyebar agama Islam di Pulau Jawa, yang bernama Eyang Raden Mas Imam Sudjono. Ajaran yang ditekankan oleh Eyang Imam Sudjono kepada keturunannya beserta murid-muridnya kala itu adalah ajaran Islam yang lebih ditekankan akhlakul karimah atau budi pekerti yang terpuji.

Menurut buku Sejarah Pesarean Gunung Kawi yang dikarang oleh Soeryowidagdo (1989), Eyang Jugo atau Kyai Zakaria II dan Eyang Sujo atau Raden Mas Iman Sudjono adalah bhayangkara terdekat dari Pangeran Diponegoro. Fakntanya Pada sekitar tahun 1830 saat perjuangan terpecah belah oleh siasat kompeni. Sehingga Pangeran Diponegoro tertangkap dan kemudian diasingkan ke daerah terpencil di Makasar. Lalu Eyang Jugo dan Eyang Sujo mengasingkan diri ke wilayah Gunung Kawi ini.


Baca Juga :


Fakta sejarah mengatakan bahwa Setelah tidak terjadi perang dengan senjata, mereka berdua mengubah perjuangannya melaluibidang pendidikan. Selain melakukan dakwah agama Islam, mereka juga menanamkan ajaran moral kejawen. Juga ketrampilan bercocok tanam, pengobatan herbal, olah kanuragan diri, dan sebagainya kepada masyarakat.Pada sekitar tahun 1871. Eyang Jugo meninggal dunia dan disusul oleh Eyang Iman Sujo pada tahun 1876. Para murid dan pengikut mereka tetap menghormati jasa dan ajaran yang telah diberikan. Maka dari itu setiap tahun para keturunan, pengikut dan juga para peziarah lain datang ke makam mereka melakukan peringatan meninggalnya kedua tokoh masyarakat yang sangat dihormati tersebut.

Setiap malam Jumat Legi yang katanya adalah malam meninggalnya Eyang Jugo dan tangga 1 suro (muharom) yang merupakan peringatan wafatnya Eyang Sujo, di tempat ini selalu diadakan perayaan tahlil akbar dan upacara ritual lainnya. Upacara ini biasanya dipimpin oleh juru kunci makam yang masih merupakan para keturunan Eyang Sujo.Selain itu di luar makam, terdapat pohon yang dianggap akan mendatangkan banyak sekali keberuntungan. Pohon ini disebut pohon dewandaru, yang bermakna pohon kesabaran.

Jika dilihat dari bentuknya, pohon tersebut mirip seperti pohon cereme yang diduga berasal dari negera Cina. Dulunya Eyang Jugo dan Eyang Sujo menanam pohon ini sebagai perlambang daerah ini akan selalu aman dan tentram. Sehingga Para peziarah meyakini jika kejatuhan dahan, buah dan daun pohon tersebut, mereka akan mendapatkan keberuntungan. Hasilnya begitu ada sesuatu yang jatuh dari pohon ini, mereka langsung berebut untuk mendapatkannya. Namun tidak semua orang berhasil mendapatkannya. Butuh waktu berhari-hari, atau bahkan berbulan-bulan untuk mendapatkannya.

Fakta Sejarah dibalik Pesugihan Gunung Kawi

Selain terdapat makam kedua tokoh di atas, di kompleks Pesugihan Gunung Kawi juga terdapat sebuah kuil/klenteng tempat untuk bersembahyang atau melakukan ritual umat Budha atau Kong Hu Cu. Setiap hari banyak warga Tioghoa mengunjungi kuil tersebut untuk berziarah dan berdoa. Pada saat-saat tertentu misalnya Jumat Legi, Senin Pahing, Syuro, dan Tahun Baru, jumlah pengunjung makin membludak. Banyak sekali ritual pesugihan yang ada di Indonesia ini,salah satunya yaitu dengan pesugihan gunung kawi ini. Pesugihan gunung kawi banyak dianggap oleh masyarakat bahwa Pesugihan Gunung Kawi ini memerlukan tumbal. Maka dari itu perlu anda waspadai ketika anda ingin mencari Pesugihan Gunung Kawi ini.

Tumbal yang di berikan ketika melakukan ritual Pesugihan Gunung Kawi ini biasanya berupa orang terkasih. Bisa berupa anak, istri ataupun orang tua. Untuk menjadi kaya masih banyak caranya, tidak harus dengan melakukan Pesugihan Gunung Kawi ini.  Pesugihan Gunung Kawi ini hanyalah sebagai pembelajaran. Di Indonesia banyak sekali sarana  pesugihan putih yang bisa anda dapatkan dari beberapa paranormal di indonesia. Sarana pesugihan putih ini adalah sarana kekayaan yang tanpa tumbal nyawa. Anda bisa mendapatkan pesugihan putih disini.

uang bibit - amalan membuka mata batin

685 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini